1  UTS-1 All About Me

About Me

Halo, namaku Rezky Muhammad Hafiz Batubara dengan panggilan rezky atau ky. Aku adalah mahasiswa angkatan 2024 di jurusan Sistem dan Teknologi Informasi di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Aku seorang mahasiswa yang selalu percaya bahwa belajar bukan hanya soal menambah pengetahuan, tetapi juga tentang memahami diri sendiri dan menikmati setiap prosesnya. Aku suka belajar, tapi aku juga percaya bahwa hidup tidak bisa diisi dengan keseriusan terus-menerus. Kadang, cara terbaik untuk memahami sesuatu justru datang saat kita memberi ruang untuk bersenang-senang, entah dengan menikmati waktu sendiri, atau berbagi tawa dengan orang lain.

Sejak kecil, rasa ingin tahuku sudah seperti refleks alami. Aku selalu penasaran terhadap hal-hal yang belum kupahami. Saat SD, aku pernah ikut lomba Matematika Nalar, dan di sanalah untuk pertama kalinya aku belajar tentang arti kompetisi. Aku sadar bahwa berkompetisi bukan soal mengalahkan orang lain, tapi tentang bagaimana menantang diri sendiri untuk berpikir lebih dalam dan lebih tenang di bawah tekanan.

Saat SMA, aku mulai memahami arti kerja keras sesungguhnya. Aku belajar dengan sungguh-sungguh, sering kali larut malam, bukan karena ingin terlihat pintar, tapi karena aku tahu setiap usaha akan membawa aku lebih dekat pada versi terbaik dari diriku sendiri. Sekarang, di dunia perkuliahan, rasa ingin tahu itu tidak pernah hilang, hanya berubah bentuk. Aku mulai tertarik dengan dunia data dan mencoba memahami bagaimana angka dan informasi bisa bercerita. Aku ikut beberapa lomba dan tantangan belajar, bukan semata-mata untuk menang, tetapi karena aku ingin terus mengasah logika dan menumbuhkan cara berpikir yang lebih kritis.

Namun, di balik semangat belajar itu, aku juga tahu kapan harus berhenti sejenak. Aku suka menghabiskan waktu sendiri baik dengan bermain game, menonton film, atau sekedar duduk sambil memikirkan beberapa hal. Selain itu, aku juga senang menghabiskan waktu dengan teman-teman, tertawa, berdiskusi, atau membicarakan hal-hal ringan yang sering kali justru memberi inspirasi baru. Dari situ aku belajar, keseimbangan adalah bagian penting dari pertumbuhan. Belajar tanpa jeda membuat pikiran kaku; bersenang-senang tanpa arah membuat langkah kehilangan makna.

Aku pernah membaca kalimat, “Curiosity makes you grow, but balance keeps you alive.” Dan aku sangat percaya pada itu. Karena bagi aku, belajar bukan hanya soal menambah ilmu, tapi tentang membangun kebijaksanaan, tentang kapan harus berjuang, kapan harus berhenti sejenak, dan kapan harus tertawa.

Kini, setiap kali aku menatap layar dan mencoba memahami hal baru, aku tahu satu hal: perjalanan ini bukan tentang menjadi yang paling tahu, tapi tentang menjadi orang yang tidak berhenti belajar. Karena dunia selalu berubah, dan aku ingin menjadi bagian dari perubahan itu, bukan hanya dengan berpikir, tetapi juga dengan menikmati setiap langkahnya.


1.1 1.1 Kisah yang Membentuk Diri Anda: Mengenal Kekuatan Identitas Naratif

Setiap orang punya kisah yang membentuk cara mereka memandang dunia. Bagiku, kisah itu dimulai dari rasa ingin tahu yang sederhana, tentang mengapa sesuatu bekerja seperti itu, bagaimana data bisa menjelaskan fenomena, atau mengapa sebuah masalah bisa punya banyak jalan keluar.

Namun, kekuatanku bukan hanya terletak pada rasa ingin tahu itu, melainkan pada kemampuanku untuk menikmati proses belajar. Aku menyadari bahwa perjalanan memahami dunia bukanlah lomba cepat, tapi maraton panjang. Di sinilah aku belajar bahwa identitas naratifku terbentuk dari keseimbangan antara berpikir dan beristirahat, antara bekerja keras dan menikmati waktu bersama orang-orang yang kusayangi.


1.2 1.1.1 Tiga Lapisan Diri Anda: Di Mana Cerita Hidup Anda Berada?

Level 1 – Sifat Dasar:
Aku adalah orang yang tenang, analitis, dan reflektif. Aku suka berpikir dalam-dalam tentang sesuatu, tapi juga tahu kapan harus berhenti untuk tertawa.

Level 2 – Kepedulian Pribadi:
Aku menjunjung tinggi kerja keras, rasa ingin tahu, dan keseimbangan. Aku percaya bahwa kemampuan bernalar dan belajar adalah kekuatan terbesar manusia, tetapi kemampuan untuk menikmati proses adalah yang membuat kita tetap waras dan bahagia.

Level 3 – Identitas Naratif:
Cerita hidupku adalah kisah tentang seseorang yang mencintai proses belajar, tapi juga menghargai waktu untuk bersenang-senang. Aku percaya bahwa pertumbuhan terbaik muncul ketika pikiran tajam dan hati tetap ringan.


1.3 1.1.2 Pola-Pola Kisah Kehidupan: Apa yang Membuat Sebuah Cerita Bermanfaat?

Jika kulihat ke belakang, pola hidupku adalah pola pembelajaran yang lentur, bagaimana aku belajar dari kesalahan tanpa menjadikannya beban, dan bagaimana aku mencari makna di balik hal-hal kecil.

Kisah hidup menjadi bermanfaat ketika ia menginspirasi orang lain untuk terus bertumbuh tanpa kehilangan sisi manusianya. Aku belajar bahwa berbagi semangat belajar dan rasa ingin tahu bukan berarti harus terlihat sempurna, tetapi tentang menunjukkan bahwa proses yang jujur pun bisa menjadi sumber inspirasi.


1.4 1.1.3 Seni Memberi Makna: Kekuatan Super Anda dalam Bernalar

Jika aku punya kekuatan super, itu adalah kemampuan bernalar dengan tenang di tengah kerumitan. Aku senang menelusuri sebab-akibat, mencari pola di balik data, atau sekadar memahami alasan di balik suatu peristiwa.

Namun kekuatan itu tidak hanya bekerja dalam logika, tetapi juga dalam kehidupan. Bernalar membuatku mampu memahami bahwa tidak semua hal bisa diselesaikan cepat, kadang yang kita butuhkan hanyalah waktu, kesabaran, dan sedikit humor untuk melihat situasi dari sudut lain.

Bagi diriku, bernalar bukan hanya alat untuk berpikir, tapi juga cara untuk memberi makna. Ia mengubah rasa frustrasi menjadi rasa ingin tahu baru, dan mengubah kebingungan menjadi dorongan untuk terus belajar.


1.5 1.1.4 Mulai Menulis Ulang Kisah Anda: Dua Langkah Praktis

Langkah pertama:
Terima bahwa belajar tidak harus selalu serius. Dulu aku sering berpikir bahwa menjadi “pintar” berarti harus selalu fokus dan efisien. Tapi ternyata, memberi ruang untuk bersenang-senang justru membuat pikiranku lebih jernih dan ide-ide baru muncul lebih alami.

Langkah kedua:
Tulis ulang cara pandang terhadap kegagalan. Aku tidak lagi melihat kesalahan sebagai tanda kelemahan, tapi sebagai bahan bakar rasa ingin tahu. Saat sebuah ide tidak berjalan, aku belajar menertawakannya, merenungkannya, lalu mencoba lagi dengan cara berbeda.

Dengan dua langkah sederhana ini, aku menemukan kedamaian dalam proses belajar: bahwa gagal pun bisa terasa menyenangkan jika kita tahu cara menikmatinya.


1.6 1.1.5 Kesimpulan: Kisah Anda Adalah Perjalanan yang Terus Berlanjut

Kini aku menyadari bahwa kisah hidupku bukan tentang pencapaian, tapi tentang perjalanan yang tidak pernah selesai. Dari lomba matematika di masa kecil hingga belajar memahami pola data hari ini, semua adalah bab-bab yang saling terhubung.

Aku ingin terus menulis kisah ini, dengan rasa ingin tahu yang sama, semangat belajar yang sama, dan tawa yang menyeimbangkan semuanya. Karena bagi aku, hidup yang baik bukan hanya tentang menjadi lebih pintar, tapi juga tentang menjadi lebih bijak, lebih tenang, dan lebih bahagia di setiap langkahnya.